Mencegah Alzheimer di Usia Muda? Gampang Kok!

By September 16, 2016Lifestyle
cara mencegah alzheimer

SukaLIVE.com - Pernah lupa isi percakapan yang baru saja terjadi? Atau lupa nama benda dan tempat yang baru saja dilihat? Hati-hati, kedua hal itu adalah salah satu dari gejala penyakit Alzheimer. Tenang, kamu bisa kok mencegah Alzheimer. Tapi sebelumnya mari kita kulik lebih dulu tentang penyakit ini.

Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia (pikun) yang paling umum. Penyakit ini biasanya ditandai oleh melemahnya daya ingat hingga gangguan otak sehingga kesulitan untuk menalar, membuat persepsi, berbahasa, hingga membuat perencanaan. Gawatnya, gejala penyakit ini akan terus berkembang secara perlahan seiring waktu jika tidak segera mengambil langkah preventif.

Meski penyebab pasti Alzheimer belum ditemukan, terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Di antaranya adalah pertambahan sia, cedera parah di bagian kepala, masalah genetika, dan gaya hidup tidak sehat.

Sementara itu, sebuah riset menemukan bahwa Alzheimer juga bisa menyerang usia muda. Meski umumnya penyakit ini 16 persen diidap oleh orang berusia mulai dari 65 tahun, sekitar 5 persen penderita penyakit ini ternyata berada di kisaran usia 40 hingga 65 tahun – atau sekitar 10 tahun dari sekarang jika usiamu sudah 30 tahun!

Alzheimer pada usia muda cenderung disebabkan oleh faktor gaya hidup. Kebiasaan hidup tidak sehat yang menyebabkan penyakit jantung, secara tidak sadar berpengaruh terhadap otak. Penelitian menyatakan orang yang terkena penyakit jantung memiliki risiko penyakit Alzheimer yang tinggi.

Jadi, menjelang hari Alzheimer sedunia yang jatuh 21 September mendatang, kami ingin membangun kesadaran terhadap penyakit ini. Singkat kata, berikut enam cara mencegah alzheimer yang bisa dilakukan sejak sekarang:

1. Otak Harus Tetap Aktif

Menurut penelitian Alzheimer Association International Conference pada tahun 2014, hiburan tradisional seperti kartu dan permainan teka-teki dapat membantu meningkatkan volume otak.

Dalam studi tersebut, sekitar 329 orang paruh baya disurvei untuk dilihat bagaimana kemampuan kognitif mereka. Selain dilakukan scan otak, mereka dites melalui sejumlah permainan, membaca buku, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memainkan permainan seperti teka-teki silang, catur, dan kartu memiliki volume otak terbesar. Dengan kata lain, membiarkan otak tetap aktif merupakan salah satu cara mencegah Alzheimer.

“Berdasarkan temuan kami, beberapa individu yang terlibat dalam kegiatan rangsangan kognitif, terutama mereka yang memainkan teka-teki silang dan kartu, memiliki hasil yang baik. Pendatakan ini berguna untuk melindungi struktur otak dan fungsi kognitif mereka yang rentan terhadap penyakit Alzheimer,” tutur Stephanie Schultz, penulis utama pada buku penelitian tersebut.

2. Hindari Menjadi Orang yang Sinis

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology, orang dengan tingkat sinisme yang tinggi lebih mungkin berisiko mengalami demensia lebih cepat. Pada studi yang dilakukan di Finlandia tersebut, sekitar 1449 orang diberi tes sinisme dengan pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

Pernyataan #1: “Saya pikir semua orang akan melakukan berbagai cara untuk sukses, termasuk berbohong.”

Pernyataan #2: “Sepertinya lebih aman jika kita tidak mempercayai siapapun.”

Pernyataan #3: “Kebanyakan orang akan menggunakan alasan yang tidak benar untuk meningkatkan profit mereka.”

Setelah delapan tahun, orang-orang yang memiliki tingkat sinisme tinggi tiga kali lebih berisiko terkena demensia lebih cepat dibandingkan dengan yang sebaliknya. Jadi, ingin mencegah Alzheimer di usia muda? Stop menjadi orang yang sinis.

3. Jangan Lupa Mengonsumsi Vitamin E

Sebuah penelitian memberikan bukti bahwa, efek protektif vitamin E berpengaruh terhadap penyakit Alzheimer ringan dan sedang, hingga masalah memori yang berkaitan dengan usia.

“Uji coba ini menunjukkan bahwa vitamin E dapat menunda perkembangan penurunan fungsional otak sebesar 19 persen pertahun,” ungkap Dr. Mary Sano, penulis utama dalam penelitian tersebut.

Penulis utama penelitian tersebut berpikir bahwa vitamin E direkomendasikan sebagai parkatek klinis standar. Penelitian kedua kemudian dilakukan di Finlandia dan menemukan hasil bahwa, kadar vitamin E yang tinggi dalam darah berfungsi untuk melindungi orang dari gangguan memori sehingga bisa mencegah terjadinya Alzheimer di usia muda.

4. Mencegah Alzheimer dengan Mengubah Gaya Hidup

Kelima gaya hidup ini masalah yang sering kamu dengar sebagai penyebab penyakit jantung. Mereka juga berpengaruh terhadap penyakit demensia. Jika ingin mencegah Alzheimer usia muda, ubah gaya hidup sejak sekarang dengan memerhatikan kelima hal ini:

#1 Lakukanlah olahraga secara teratur dan berkala. Olahraga melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Nutrisi dari makanan disalurkan ke otak melalui darah lho!

#2 Berhenti merokok. Selain demensia, kamu tahu bagaimana jahatnya rokok terhadap usiamu kan?

#3 Perhatikan berat badan. Kegemukan berbahaya, terlalu kurus juga tidak baik. Jadi, pastikan berat badan tetap ideal, sesuai dengan usia dan tinggi badan. Cek BMI (Body Mass Index) kamu, banyak tes BMI online yang bisa kamu temukan di internet.

#4 Perhatikan juga diet kamu. Makanlah makanan yang sehat. Ingat, diet sehat bukanlah mengurani jumlah makanan yang kamu makan. Tapi, lebih cermat memilih makanan. Porsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan aktivitasmu.

#5 Kurangi konsumsi alkohol. Alcohol-related Brain Damage (ARBD) adalah gangguan otak yang disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi alkohol selama beberapa tahun. Jadi, kurangi sejak sekarang, Jika bisa, berhenti!

Sebuah studi yang telah dilakukan selama 35 tahun mengungkapkan bahwa, orang yang mengikuti empat atau lima dari lima kebiasaan sehat ini memiliki tingkat 60% lebih rendah terkena masalah demensia dan penurunan kognitif.

Bahkan, mengadopsi salah satu kebiasaan sehat ini selama empat bulan rupanya dapat mengurangi tingkat demensia. Jadi, olahraga secara teratur dan berkala memberikan proteksi ekstra untuk melawan gangguan kognitif dan demensia.

“Kita semua tahu bahwa apapun yang baik bagi jantung kamu, juga baik untuk kepala kamu. Studi ini memberi bukti lebih untuk menunjukkan bahwa hidup sehat secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya demensia prematur,” ungkap Dr. Doug Brown, dari Alzheimer Society.

Cara mencegah Alzheimer

Ayo ubah gaya hidup sejak sekarang! - Image: Blog Fitnesstown

Baca juga: 10 Gerakan Fitnes Di Rumah Untuk Memulai Gaya Hidup Sehat

5. Selain Vitamin E, Jangan Lupa Asup Vitamin D

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan sejauh ini, ternyata orang yang kekurangan vitamin D juga berisiko mengembangkan Alzheimer dan demensia pada usia lanjut. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa, di antara mereka yang mengalami demensia, mereka yang sedikit mengonsumsi vitamin D berpeluang 53 persen mengembangkan penyakit ini.

Kenaikan risiko serupa juga berlaku terhadap pengidap penyakit Alzheimer. Rendahnya tingkat vitamin D dalam tubuh meningkatkan risiko sebesar 69 persen, dan kekurangan vitamin D meningkatkan risiko hingga 122 persen. Kesimpulannya, vitamin D bisa mencegah Alzheimer di usia muda, sekaligus mereduksi penyakit ini di usia lanjut.

6. Hindari Konsumsi Gula Berlebih

Sebuath studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa, orang dengan kadar gula darah tinggi lebih mungkin memilki masalah memori. Rupanya, ini bukan studi pertama yang terkait dengan masalah tersebut. Pada studi sebelumnya, kadar glukosa tinggi dapat mempengaruhi struktur otak, terutama hippocampus.

Hippocampus adalah bagian dari sistem yang memerintah banyak fungsi tubuh (sistem limbik), yang terletak di lobus temporal medial otak. Hippocampus berperan untuk jangka panjang atau “deklaratif” memori.

Nah, kedua studi tersebut menunjukkan bahwa orang-orang diabetes memiliki risiko terkena Alzheimer – atau bahkan demensia – lebih tinggi. Gula diduga memiliki efek beracun terhadap otak yang akan menyerang bagian pusat memori.

“Efek glukosa pada struktur saraf, termasuk gangguan dari jalur kedua intraseluler, membuat ketidakseimbangan generasi dan penyerapan oksigen reaktif yang penting bagi struktur dan fungsional otak,” jelas Dr. Mary Sano.

Semoga keenam cara jitu mencegah Alzheimer di usia muda di atas bermanfaat bagi kamu. Selamat hari Alzheimer sedunia! Semoga kita semua bisa tetap memiliki otak yang sehat dan tercegah dari alzheimer prematur. Sehat itu menyenangkan!

Ayo.. wujudkan mimpi kamu mendapatkan bentuk tubuh ideal dan pasti sehat disini!! Atau kamu bisa berlangganan newsletter SukaLIVE untuk tips seputar olahraga dan kesehatan.

Leave a Reply