Ingin menjadi trainer atau kamu sudah berkarir sebagai trainer olahraga selama hampir 8 tahun, dan bahkan kamu masih sangat enjoy dengan pekerjaanmu. Namun kamu merasa semakin sulit untuk mempertahankan klien-klienmu, apalagi menambah klien. Klien lama mulai berhenti, mereka memberitahumu mereka mulai bosan dan ingin mencoba olahraga baru. Sementara itu, klien baru sulit didapatkan.
Atau mungkin, kamu merasa berada di puncak dunia karena kamu baru saja mendapatkan sertifikat trainer-mu dan kamu tidak sabar untuk berbagi pengetahuanmu kepada orang lain. Berikut tips menjadi trainer yang hebat agar kamu sudah mendapatkan klien baru melalui teman dan keluarga namun mereka tidak bertahan lama.
Kamu merasa cukup yakin bahwa apa yang kamu lakukan sudah baik, namun entah mengapa keahlianmu tidak dapat menjadi bisnis yang sukses. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana caranya agar seorang pelatih yang baik dapat menjadi seorang pelatih yang hebat?
taramccleary.com
Berikut adalah 7 tips menjadi trainer yang hebat:
1. Tunjukkan kepada klien bahwa kamu peduli
Tips ini sungguh sangat dasar, namun banyak trainer lupa melakukannya. Kamu mungkin sudah mengetahui banyak hal mengenai olahraga yang kamu ajarkan, namun tanpa klienmu, kamu tidak dapat menjadi seorang trainer. Klien dapat menjadi anugerah atau bencana bagi bisnismu. Berikut adalah cara sederhana untuk menunjukkan pada mereka bahwa kamu peduli:
- Berikanlah klienmu perhatian penuh selama training. Jangan lepaskan pandanganmu selama sesi berlangsung. Klien biasanya mengetahui jika kamu sedang tidak fokus.
- Telepon balik dan email-lah klien dengan segera setelah mereka menghubungimu
- Tanyakanlah kepada klien untuk memastikan apakah sesi olahragamu berguna bagi mereka dan mintalah feedback mereka
- Dengarkan dan jadilah simpatik pada komplain-komplain klienmu
- Buatlah file untuk setiap klien agar kamu bisa melacak kemajuan mereka dan mengembangkan program yang dirancang khusus bagi mereka
Baca juga Sukalive menjadi penyedia personal trainer jakarta
Selalu tepat waktu. Jangan buat klien menunggumu! Tepat waktu adalah cara paling dasar dan sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu klienmu. Tepat waktu juga merupakan cerminan karakter, disiplin dan kualitasmu sebagai pelatih.

Tidak ada program olahraga yang one-size-fits-all! Kenalilah klienmu dan rancanglah program latihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk melakukan hal ini dengan baik kamu perlu memahami masa lalu, masa sekarang, dan masa depan klienmu:
2. Kenalilah klienmu
- MASA LALU– Kenalilah riwayat masa lalu klienmu termasuk usaha yang pernah dilakukan sebelumnya untuk berolahraga. Berhasilkah mereka?? Jika iya, bagaimana caranya? Jika mereka belum berhasil, mengapa tidak? Jika mereka berhasil namun terlanjur kembali ke kebiasaan lama, mengapa hal ini bisa terjadi? Satu hal lagi yang penting adalah mengetahui sejarah cedera klien dan bagaimana cedera ini mempengaruhi mereka secara fisik dan mental. Cedera dapat menurunkan motivasi, mengganggu, dan bahkan menyebabkan beberapa orang berhenti total dari olahraga rutin mereka.
- MASA SEKARANG – Kenalilah kondisi fisik dan mental klien. Seberapa siap mereka untuk berubah? Apa alasan di balik keputusan mereka untuk berlatih bersamamu? Apakah karena mereka mempunyai acara penting seperti sebuah pernikahan, atau lebih karena alasan yang lebih serius misalnya teman mereka terkena serangan jantung pada umur 35 tahun dan mereka tidak ingin hal yang sama terjadi pada mereka? Mengetahui motivasi mereka akan memberikanmu informasi bagaimana cara melatih mereka secara efektif dan efisien.
- MASA DEPAN – Kenalilah aspirasi dan tujuan klienmu. Apa yang ingin dilihat klien di akhir program? Apa harapan mereka? Jika harapan mereka tampak tidak realistis bagimu misalnya mereka ingin dengan instan menurunkan 5 kg dalam seminggu, jujurlah kepada mereka dan jelaskanlah alasannya. Berikan mereka tujuan yang dapat dicapai (realistic) dan diukur (measurable) untuk membantu mereka dan juga dirimu untuk mengikuti perkembangan mereka.
quotesgram.com
Baca juga Mau Jadi Trainer? Ini 5 Langkah Yang Kamu Harus Ambil
3. Do what you say, say what you do!
Hiduplah sebagai teladan. Dan, jangan salah! Menjadi seorang trainer tidak berarti mempunyai otot yang besar, yang lebih penting adalah menjadi trainer yang mencerminkan pola hidup yang sehat. Kehidupan seorang trainer sangatlah sibuk, pastikan kamu mempunyai waktu untuk training, makan teratur, dan hidup sehat. Sebagaimana kamu melatih dan mendidik klienmu kamu juga harus menyisihkan waktu untuk kesehatanmu sendiri. Tubuh yang bagus tidak membuat kamu menjadi seorang trainer yang hebat.
Untuk tidak menjadi hipokrit kamu juga harus mengakui bahwa kamu juga tidak sempurna; bahwa kamu juga sudah mengalami banyak rintangan untuk menjadi kamu yang sekarang. Mengatakan kepada klien bahwa tidak semua orang sempurna (bahkan kamu pun tidak) dapat menjadi satu cara yang baik untuk membuat mereka merasa kamu memahami mereka dengan baik.

quotesgram.com
Kadang bersikap seperti orang militer galak dapat mematahkan semangat mereka dan membuat sang klien merasa tidak nyambung denganmu. Mereka mungkin berpikir, “Mudah bagimu untuk ngomong, kamu kan badannya sudah bagus!”
4. Berpakaianlah secara profesional
Dress for success! Jangan kenakan pakaian yang terlalu ketat atau yang dapat mengalihkan perhatian. Baiknya trainer wanita tidak perlu menggunakan terlalu banyak make up dan pakailah perhiasan yang sederhana. Jika memiliki rambut panjang, ikatlah ke belakang. Selalu pastikan dirimu kelihatan rapi, menarik, dan yang paling penting nyaman.
5. Jangan berhenti belajar
Berikan lebih banyak kepada klien dengan mendidik dirimu sendiri. Dobrak mitos populer seperti “calories in, calories out” atau “lemak itu tidak sehat.” Ajarkan prinsip-prinsip yang bersifat long-term seperti pentingnya nutrisi holistik dan kesehatan mental, dibandingkan tujuan berjangka pendek seperti mau menurunkan berat badan untuk wedding. Memang tujuan sementara efektif dalam menggerakkan seseorang untuk bertindak, namun pada akhirnya orang tersebut akan kehilangan motivasi dengan cepat dan terjerat lagi dalam satu rutinitas yang kurang baik.
Ketahuilah riset kesehatan dan fitness terbaru, dan pahamilah ilmunya. Misalnya memahami bagaimana hormon dan stress berdampak pada nafsu makan dan kemampuan seseorang untuk menurunkan atau meningkatkan berat badan. Gunakanlah pengetahuan tersebut untuk menciptakan program efektif untuk tipe klien yang berbeda dan mengevaluasi kemajuan mereka.
Anthony Wall, Direktur Pendidikan Profesional di American Council of Exercise (ACE) Fitness berkata, “Menjadi trainer bukan berarti melakukan sesuatu sekali dan kemudian berhenti; menjadi trainer berarti terus belajar lebih banyak dan menjadi lebih baik dalam membantu orang untuk berhasil mencapai tujuan mereka.”
elftouh.wordpress.com
6. Terus update dengan tren fitness terbaru
Tentu saja kamu sudah menemukan olahraga yang kamu sukai, namun klienmu bukan kamu dan mereka dapat menjadi bosan atau tertarik dengan olahraga jenis lain. Ini bukanlah hal yang buruk! Sebagai trainer kamu harus memahami berbagai tipe olahraga dan mengetahui apakah riset mendukung atau tidak efektivitas olahraga ini.
Bicaralah dengan trainer olahraga lain, berkolaborasilah dengan mereka, atau bahkan belajarlah olahraga yang baru dari mereka [insert link to book a trainer lead box]. Contohnya latihan yoga bisa berguna juga untuk berlari, berenang, dan bahkan golf. Dan pilates dapat membantu seorang yogi menguatkan core muscles dengan cara yang berbeda dari yoga.
7. Berbagi pengetahuan melalui menulis dan/atau video
Mengajar adalah cara terbaik untuk mengingat apa yang kamu pelajari. Salurkan kreativitasmu dengan menulis apa yang kamu ketahui. Cari tahu apakah blog atau website favoritmu menerima penulis kontributor dan menulislah untuk mereka.
Ingin menjadi penulis kontributor di SukaLIVE Sport? Email kami artikelmu.
Jika menulis bukanlah passion-mu, kamu dapat membuat video pendek dan menguploadnya di YouTube.
Menulis, membuat video sendiri, dan berbagi di media sosial juga merupakan cara yang bagus untuk mempromosikan dirimu, dan membangun profilmu sebagai trainer. Namun, ingat self-promotion tidak seharusnya hanya tentang dirimu sendiri. Materi yang kamu post juga harus menambah value untuk follower-mu.
business2community.com
Ubahlah dirimu from good to great, dan kembangkanlah bisnismu. Cobalah beberapa tips di atas dan jangan takut untuk ‘think outside the box’. Yang penting kamu mempunyai pikiran yang terbuka dan keinginan untuk belajar.
Hanya karena kamu trainer bukan berarti kamu sudah mengetahui semuanya. Bahkan dokter pun bisa sakit ‘kan? Jadi kenapa tidak mencoba sesuatu yang baru hari ini? Inspirasi yang kamu butuhkan mungkin saja ada di sini.
