Fakta Tentang Kolesterol Yang Belum Kamu Tahu

By September 8, 2016Live
Fakta Tentang Kolesterol Yang Kamu Belum Tahu

SukaLIVE.com – Fakta tentang kolesterol menimbulkan stereotipe negatif. Sehingga kolesterol dikenal sebagai musuh semua orang. Kasihan ya, padahal ada juga kolesterol yang baik bagi tubuh lho. Sayangnya, belum semua orang memahami ini. Supaya kamu tidak salah lagi menilai kolesterol, kamu harus tahu dulu mana kolesterol baik dan jahat. Selain itu ada juga yang namanya trigliserida. Semakin bingung? Tenang ya, kami jelaskan satu persatu.

Kolesterol baik, atau nama kerennya HDL (High Density Lipoprotein) melindungi kamu dari penyakit jantung. Jadi semakin tinggi kadarnya, semakin baik. Nah, kalau kolesteroh jahat, atau LDL (Low Density Lipoprotein) adalah lawannya HDL. Semakin tinggi kadar LDL, semakin naik risiko kamu kena penyakit jantung.

Nah, kalau Trigliserida adalah jenis lemak yang berbahaya bagi kesehatan jika kadarnya terlalu banyak. Dampak terburuk kelebihan trigliserida adalah penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan penyakit jantung maupun stroke.

Singkat kata, kami punya 8 fakta tentang kolesterol yang kamu belum tahu. Dan rupanya, sosok Mona Lisa diduga sebagai salah seorang yang hidup dengan kadar kolesterol jahat sangat tinggi.

Selamat membaca artikel kami, kawan sehat!

1. Fakta Tentang Kolesterol, Dia Adalah Bagian dari Hidupmu

Kita semua terlahir dengan kolesterol di dalam tubuh. Sejak bayi, kolesterol berasal dari ASI (Air Susu Ibu). Bahkan, kolesterol juga ditambahkan ke dalam susu formula bayi. Fakta tentang kolesterol ini sangat penting karena semua hormon dan sel-sel tubuh kita memerlukan kolesterol agar bisa berfungsi dengan baik. Kolesterol juga membangun sebuah blok untuk sel-sel tubuh, dan membantu hati membuat asam yang diperlukan untuk memproses lemak.

2. Satu dari tiga orang dewasa pasti punya kolesterol LDL tinggi

Jadi, setiap orang dengan usia lebih dari 20 tahun harus mengecek kadar kolesterol mereka setiap lima tahun. Sayangnya, riset CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menunjukkan hanya 75 persen orang Amerika Serikat yang mengecek kolesterol mereka. Jumlah ini kemudian dikonversi. Sebanyak 32 persen orang dewasa yang mengecek kolesterol ternyata punya kadar kolesterol LDL yang tinggi. Hal ini meningkatkan risiko mereka terkena penyakit jantung.

“Tinggi atau tidaknya kadar kolesterol bisa disebabkan oleh banyak hal berbeda. Bisa juga karena diet yang salah, atau stres,” ungkap Stephen Kopecky, MD, pakar kardiologi dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat seperti dikutip dari situs everydayhealth.

Lantas, bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu mengecek kolesterol secara berkala?

3. Gen Dapat Menentukan Kadar Kolesterol

Dewasa ini banyak studi yang ingin mengontrol kolesterol dengan mengubah pola diet dan olahraga. Rupanya, faktor yang paling berpengaruh untuk menentukan kadar kolesterol adalah genetik.

“Sekitar 75 persen kolesterol, mau itu LDL ataupun HDL, yang ada di tubuh manusia terjadi karena faktor genetik, dan sekitar 25 persen sisanya karena pola diet,” kata Dr. Kopecky tentang kadar kolesterol di dalam darah.

Ketika kamu mengonsumsi makanan mengandung kolesterol, seperti daging, ikan, dan produk susu lainnya, normalnya tubuhmu akan menyingkirkan kelebihan kolesterol. Tapi, berapa banyak kolesterol yang disingkirkan tergantung pada gen kamu.

Jadi, jika kamu berasal dari keluarga kolesterol tinggi, atau ada keluarga kamu yang terkena searangan jantung sebelum usia 50 tahun, pastikan kamu mengecek kadar kolesterol di dalam darahmu. Lakukan konsultasi dengan dokter jenis kolesterol apa yang kadarnya lebih tinggi untuk mengetahui apa langkah preventif yang tepat.

4. Anak-Anak Juga Bisa Punya Kolesterol Jahat (LDL) Tinggi

Fakta tentang kolesterol keempat ini ingin menepis pemikiran kebanyakan orang yang menyebut kolesterol tinggi hanyalah masalah orang dewasa. Padahal salah satu cara menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh harus dilakukan sejak dini. Di negeri ‘Paman Sam’ sana, anak-anak berusia 9 hingga 11 tahun wajib melakukan screening kolesterol. Bahkan, jika anak itu berasal dari keluarga kolesterol LDL tinggi sudah harus dicek sejak usia 2 tahun.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The American Academy of Pediatrics, anak-anak yang memiliki risiko kolesterol LDL tinggi biasanya datang dari mereka yang obesitas, berasal dari keluarga dengan riwayat serangan jantung, dan tentunya berasal dari keluarga kolesterol tinggi.

“Bahkan jika orang tahu mereka punya kolesterol tinggi dan sudah membicarakannya dengan sanak saudara, dokter tidak selalu memberitahu bahwa anak-anak mereka harus diperiksa,” kata Martha Gulati, MD, kepala kardiologi di University of Arizona College od Medicine di Phoenix, Amerika Serikat.

“Mereka harus bertanya kepada dokter tentang hal ini, terutama jika mereka mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini,” lanjut Gulati.

Fakta Tentang Kolesterol Yang Belum Kamu Tahu

Salah satu latihan interval intensitas tinggi untuk menurunkan kadar LDL adalah bersepeda statis - Image: Stetsports

5. Berkeringat Dapat Meningkatkan Kadar Kolesterol Baik (HDL) Kamu

Selain makan makanan yang sehat, kamu bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dan menghindari penyakit jantung dengan berolahraga. Menurut Kopecky, salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah dengan metode HIIT (High Intensity Interval Training), atau latihan interval intensitas tinggi.

Sebuah studi dilakukan terhadap wanita dengan dua tipe diabetes berbeda. Studi yang dipublikasikan bulan Juni 2016 lalu di International Journal of Sports Medicine ini memiliki hasil mengejutkan. Kedua wanita tersebut melakukan metode latihan interval intensitas tinggi selama tiga minggu, dan terbukti, kadar HDL mereka meningkat hingga 21 persen sementara kadar trigliserida mereka turun sebanyak 18 persen.

Latihan interval intensitas tinggi dapat dilakukan dengan cara bersepeda cepat selama 15-60 detik diselingi bersepeda lambat selama 2-4 menit. Keduanya juga diulang 4-6 kali tanpa istirahat. Latihan ini dapat dilakukan dengan sepeda statis yang tersedia di pusat kebugaran.

Studi ini menjelaskan bahwa 3 sesi latihan ini yang hanya membutuhkan waktu 90 menit/minggu sama efektif hasilnya dalam meningkatkan sensitivitas insulin seluruh tubuh dibandingkan dengan 5 sesi latihan ketahanan yang membutuhkan waktu 5 jam/minggu.

6. Suplemen Mungkin Bisa Menurunkan Kolesterol LDL – Tapi Lambat

Fakta tentang kolesterol keenam ini akan mengubah caramu menjalani hidup. Sebetulnya, mengatur pola diet dan berolahraga adalah opsi pertama untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Tapi, banyak orang yang terlalu sibuk untuk berolahraga sehingga mereka mengomsumsi suplemen-suplemen tertentu.

Sayangnya, kamu tak bisa mengonsumsi suplemen hari ini dan berharap dalam 2 atau 3 hari ke depan kadar kolesterol LDL turun. Butuh waktu hingga berbulan-bulan untuk menurunkan kadar LDL dengan suplemen. Jadi, kembali lagi ke kalimat awal poin ini. Mengatur pola diet dan berolahraga secara berkala dapat membantu menurunkan kolesterol LDL lebih cepat. Kecuali kamu punya riwayat penyakit jantung, jangan sembarang pilih olahraga ya.

7. Mona Lisa Diduga Memiliki Kadar Kolesterol LDL yang Tinggi

Fakta tentang kolesterol ini sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu! Tahukah kamu, bahwa kamu bisa memberi tahu seseorang memiliki kadar kolesterol LDL sangat tinggi hanya dengan melihat mereka? Ini memungkinkan kok. Salah seorang peneliti menyatakan bahwa subyek lukisan Leonardo da Vinci, “Mona Lisa” adalah kasus pertama yang terdeteksi.

Wanita yang dilukis da Vinci pada usia dua puluhan, dan kemudian meninggal saat berusia 30an diduga memiliki kadar kolesterol LDL yang sangat tinggi. Ini terlihat dari kondisi fisik, terdapat sebuah “xanthelasma” atau gelembung kuning di sekitar mata kiri dan tangan kirinya.

8. Kadar Kolesterol Wanita Fluktuatif, Tergantung Usia

Nah, kalau fakta tentang kolesterol ini sebaiknya diperhatikan oleh kaum hawa. Wanita cenderung memiliki kadar kolesterol lebih rendah dari pria. Tapi, situasi ini bisa berbalik begitu saja seperti “Roller Coaster”. Selama masa kehamilan, kadar kolesterol wanita meningkat, yang diduga untuk membantu otak bayi berkembang. Selain itu, ASI kaya kolesterol dianggap melindungi jantung bayi seiring bertambahnya usia sang bayi.

Kopecky menambahkan, kadar kolesterol wanita kembali normal setelah melahirkan. “Sayangnya ketika wanita menopause, kadar kolesterol LDL mereka meningkat. Sebaliknya, kadar kolesterol baik (HDL) menurun. Pada usia 75 tahun, wanita cenderung memiliki kadar kolesterol jahat lebih tinggi dari para pria,” tambah Kopecky.

Fakta Tentang Kolesterol Yang Belum Kamu Tahu

Ayo cek kadar kolesterol kamu secara berkala - Image: Nutek Medical Centre

Jadi kesimpulannya adalah…

Segera cek kadar kolesterol kamu. Berikut rincian kadar kolesterol yang seharusnya ada di dalam tubuh kamu:

Kolesterol baik (HDL)
Tingkat HDL minimal 60 mg/dL. Tapi jika tingkat HDL kurang dari 40 mg/dL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol jahat (LDL)
Kadar LDL yang bisa ditoleransi tubuh yaitu kurang dari 100 mg/dL. Jumlah LDL 100-129 mg/dL berada di ambang batas toleransi. Jika lebih dari jumlah tersebut, LDL menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan kista aretoma (benjolan yang terbentuk dari kelenjar keringat).

Trigliserida
Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL masuk ke dalam golongan ambang batas tinggi. Jika menyentuh angka 200 mg/dL atau lebih, kamu butuh perawatan khusus.

Kolesterol total
Kolesterol total adalah gabungan dari jumlah ketiga di atas. Kadar kolesterol kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika mencapai 240 mg/dL atau lebih, ayo diperhatikan lagi pola diet dan olahraganya.

Leave a Reply