SukaSPORT - Penyakit diabetes tidak hanya menyerang orang yang memiliki kelebihan berat badan, tapi ternyata orang kurus bisa kena diabetes. Umumnya, diabetes menyerang mereka yang bertubuh tambun karena obesitas. Namun, orang kurus pun bisa mengalami obesitas saat tubuhnya mempunyai banyak lemak daripada otot.
Orang yang berberat badan normal tapi menderita obesitas disebut sebagai Metabolically Obese Normal Weight (MONW). Keberadaan lemak ini yang bisa mendongkrak kadar gula darah orang yang terlihat kurus sekalipun.
Penelitian yang juga dipublikasikan secara online di jurnal Cell Metabolism mengungkapkan, orang kurus pun bisa terkena diabetes. Penyebabnya adalah adanya penumpukan sel-sel lemak yang beracun. Sel yang dikenal dengan sebutan ceramides ini mencegah fungsi normal dari lemak untuk menyeimbangkan hormon insulin.
Baca juga: Cegah Diabetes dengan 10 Makanan Sehat Ini
“Tingginya ceramides dalam tubuh membuat proses insulin untuk mengolah gula mengalami gangguan. Proses pembakaran kalori juga tak bisa berlangsung maksimal karena tingginya sel lemak ceramides,” jelas Bhagirath Chaurasia, peneliti di University of Utah, Amerika Serikat.
“Tak hanya mereka yang berbadan gemuk, kamu yang memiliki tubuh kurus bisa kena diabetes karena ceramides bisa muncul akibat faktor genetika. Dalam penelitian yang menggunakan tikus sebagai media penelitian, dalam tubuh tikus yang rendah ceramide, mereka juga berisiko rendah untuk terkena penyakit gula ini,” tambah Bhagirath.
Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah dan RS Pertamina Pusat (RSPP), Dr. Djoko Maryono, SpPD, SpJP, FIHA, FASE mengatakan, banyak faktor seseorang bisa terkena diabetes. Misalnya, faktor genetik atau keturunan, dari gemuk menjadi kurus, dan kerusakan pankreas sehingga menyebabkan gangguan insulin. Jadi, orang kurus bisa kena diabetes karena sebelumnya sempat gemuk.
“Berat badan menurun dengan cepat, yakni 5 kg dalam waktu 3 bulan,” katanya saat dihubungi, Jumat (11/11/2016).
Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, FINASIM, MMB, FACP menjelaskan, ada 3 gejala diabetes atau 3P, yakni Poliuria (sering buang air kecil), Polidipsia (banyak minum), dan Polifagia (banyak makan).
Baca juga: Cara Mencegah Diabetes dengan Diet Sehat
Antisipasi diabetes
Bila diabetes bisa didiagnosis sejak dini, maka kesempatan untuk mengendalikan gula darah akan lebih baik sehingga komplikasi dapat dihindari. Pendeteksian terhadap diabetes, yang utama, memang dari hasil pemeriksaan gula darah.
“Faktor keturunan tidak bisa dihilangkan. Namun bisa diantisipasi dengan pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur,” ujar Ari Fahrial.
Menurut penelitian yang dikeluarkan Journal of the American Medical Association, satu dari empat orang kurus bisa kena diabetes, dan termasuk dalam kategori obesitas. Oleh sebab itu, orang bertubuh kurus pun perlu melakukan antisipasi terhadap diabetes.
Salah satu cara untuk mengantisipasi diabetes adalah rutin mengukur kadar glukosa darah. Pemeriksaan pun bisa dilakukan mandiri, misalnya memakai alat seperti OneTouch SelectSimple. OneTouch SelectSimple adalah alat monitor gula darah yang didesain untuk pemula dalam melakukan tes gula darah mandiri.
Perangkat ini sudah dilengkapi bloodstrip dan memiliki tingkat akurasi yang diperlukan untuk memulai cek gula darah mandiri. Peranti tersebut juga dilengkapi alarm untuk gula darah tinggi dan rendah. Pengecekan dilakukan setiap tiga hari, sebelum dan sesudah makan.
Hasil tes terbilang normal bila terdapat kadar glukosa kurang dari 100 mg/dl. Bila angkanya berada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl, orang tersebut masuk kategori pre-diabetes. Hasil tes melebihi 126 mg/dl, menunjukkan kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.
Jadi, bertubuh kurus saja tidak cukup untuk memastikan kamu bebas diabetes. Hidup sehat dengan menjaga pola makan, olahraga, dan memantau kadar gula secara berkala, adalah cara menjauhkan diabetes dari badan.
