SukaSPORT - Sering minum minuman energi saat bekerja atau setelah berolahraga tidak dianjurkan. Apalagi bila minuman energi dicampur dengan minuman berakohol. Bahaya minuman berenergi bagi kesehatan bisa dialami dari kalangan bawah hingga atas dan dari remaja hingga dewasa. Nah, yang perlu kamu ketahui tentang bahaya minuman berenergi adalah kandungan yang terdapat di dalamnya.
Kandungan dalam minuman energi yang utama adalah air, gula, atau kafein. Kadar kafein lebih dari 100 mg yang ada pada minuman energi tidak sehat bila dikonsumsi remaja. Sejumlah minuman energi mengandung kafein hingga 160 mg, yang pada dasarnya dapat meningkatkan efek dari kafein.
Kandungan lain di dalam minuman energi yang ditambahkan secara bervariasi, yakni taurine (asam amino), ginseng, ginko biloba (suplemen herbal), guarana (buah), vitamin, teh hijau, zat pewarna, dan zat perasa, sehingga ketika dikonsumsi minuman tersebut dapat mengakibatkan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, kegemukan, dan gangguan kesehatan lainnya.
Penyebab utama yang memicu dampak kesehatan dari minuman energi adalah kandungan kafein yang berlebihan. Pengaruh kafein mungkin menjadi semakin lebih kuat jika dikombinasikan dengan berbagai kandungan bahan lain di dalam minuman energi.
Baca juga: Pakai Jasa Personal Trainer SukaSPORT, Ini Kata Mereka
Dr. Kwabena Blankson, ahli kesehatan remaja mengatakan, minuman energi bisa berdampak serius bagi kesehatan orang yang meminumnya, terutama para remaja. Kandungan kafein yang tinggi pada minuman energi dan zat tambahan lainnya yang belum diketahui dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Dalam jurnal Pediatricks in Review, Dr. Kwabena Blankson menyimpulkan beberapa penelitian mengenai bahaya minuman berenergi terhadap tubuh. Menurut survei di Amerika, umumnya remaja lebih memilih minuman energi untuk tetap berenergi dan terjaga dalam kegiatan mereka.
Baca juga: Ingin Berhenti Merokok? Coba Lakukan Terapi Ini
The American Beverage Association menanggapi berbagai penelitian mengenai bahaya minuman berenergi yang menyatakan, kadar kafein dalam minuman tersebut hanya separuh dari jumlah kafein yang ada pada secangkir kopi. Mereka juga mengatakan di setiap label kemasan minuman energi sudah dituliskan jumlah kafein yang ada pada minuman tersebut, dan tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, menyusui, anak-anak, dan orang yang memang sensitif pada kafein.
Pekerja konstruksi yang minum 4-5 porsi minuman energi setiap hari selama tiga pekan, dirawat di rumah sakit dengan masalah hati yang parah. Dokter mengatakan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh asupan berlebihan dari zat yang tampaknya tidak berbahaya yang terkandung dalam minuman. Pria berusia 50 tahun itu dirawat di rumah sakit di Florida setelah merasa tidak enak badan selama dua pekan, dengan sakit perut yang bertambah parah, disertai dengan mual dan muntah.
Pria tersebut rupanya sering mengonsumsi 4 hingga 5 porsi minuman energi yang dijual bebas, untuk membantunya melewati hari yang panjang di tempat kerja. Peneliti dalam jurnal BMJ Case Reports, mengatakan, hal itu menjadi satu-satunya perubahan diet atau kebiasaan yang dilakukan pria tersebut selama beberapa pekan sebelum akhirnya dirawat.
Dari hasil pemeriksaan, pria itu mengalami hepatitis berat, jenis peradangan hati, dan kerusakan hati. Gejala tersebut, menurut peneliti, disebabkan oleh konsumsi minuman energi yang berlebihan.
Baca juga: 5 Cara Diet agar Tubuh Tetap Atletis
Di balik kenikmatan dan kesegaran dari minuman energi ternyata menyimpan dampak bahaya kesehatan bagi usia tersebut. Padahal selama ini manfaat kesehatannya belum terbukti. Bahaya minuman berenergi harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk orangtua. Dan sebaiknya melarang anak, remaja, dan dewasa muda agar tidak mengonsumsi minuman energi. Peringatan dan rekomendasi akan bahaya minuman berenergi bagi kesehatan bisa dilakukan seperti pada larangan rokok, alkohol, dan narkotika.

