SukaSPORT – Diet karbo bisa turunkan berat badan? Hmm, pertanyaan ini pasti mengganjal di benak kita semua. Benar kan? Oke, mari kita bahas supaya kamu nggak salah kaprah.
Pada umumnya, berat badan orang yang melakukan diet karbo memang akan turun. Tapi, jika nggak memakan makanan karbohidrat sama sekali, bisa-bisa bukan hanya berat badan yang turun. Tapi energi kamu juga bakal turun alias loyo!
Faktanya begini, tubuh memerlukan makanan karbohidrat untuk meningkatkan proses metabolisme. Kenapa? Karena karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Terutama saat kamu melakukan latihan olahraga, makanan karbohidrat ini nantinya akan meningkatkan hidrasi sel-sel otot kamu.
Nah, ketika sel-sel otot kamu terhidrasi dengan baik, peluang mereka berkembang jadi lebih besar. Singkatknya, kamu bisa cepat punya otot yang keren. Ini juga sekaligus memudahkan kamu dalam menyingkirkan lemak, dengan begitu, niat menurunkan berat badan tidak terasa berat.
Baca juga: Ini 5 Diet ala Model Victoria Secret
Kok banyak yang bilang bahwa karbohidrat bisa bikin gemuk dan menggagalkan diet?
Mungkin kamu belum tahu jenis makanan karbohidrat mana yang cocok dikonsumsi saat melakukan diet karbo. Mari simak penjalasan kami ya.
Di dunia ini ada dua jenis karbohidrat. Kalau ada yang bilang 100 jenis, orang itu pasti ngelantur. Oke, lanjut. Dua jenis karbohidrat yang dimaksud adalah karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.
Apa sih karbohidrat kompleks?
Karbohidrat kompleks mengandung banyak serat, kaya vitamin, mineral dan nutrisi penting. Makanan karbohidrat kompleks biasanya tidak dicerna dengan cepat. Jadi, dia dapat menjaga tingkat pasokan energi dan tidak mempengaruhi tingkat gula darah.
Karbohidrat kompleks juga bisa merangsang zat serotin dalam tubuh. Zat ini bisa membantu menjaga mood kamu sekaligus menekan nafsu makan lho!
Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain pisang, beras cokelat, lentil, oats, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, asparagus, brokoli, kol, wortel, terong, timun, strawberry, tomat, dsb. Terdengar sehat bukan?
Baca juga: 5 Jenis Diet Terpopuler Sepanjang Masa
Lalu apa itu karbohidrat sederhana?
Karbohidrat sederhana merupakan jenis karbohidrat yang telah diproses. Jenis karbohidrat ini telah kehilangan kandungan serat serta nutrisi pentingnya. Karbohidrat sederhana biasanya terdapat pada pemanis buatan, pewarna makanan atau perasa tambahan.
Proses karbohidrat sederhana di dalam tubuh berubah menjadi glukosa. Jika berlebihan, ini dapat mempengaruhi tingkat gula darah. Akibatnya bisa mendatangkan penyakit berbahaya lho, diabetes! Kok ngeri ya?
Oke, lantas karbohidrat seperti apa yang harus dikonsumsi, kompleks atau sederhana?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus memahami Indeks Glikemik (IG). Apa itu? Indeks Glikemik adalah perhitungan seberapa cepat makanan yang kamu makan diubah tubuh menjadi energi. Biasanya, skala perhitungan ini dihitung dari angka satu sampai 100.
Semakin tinggi angka IG, semakin cepat tubuh mengubahnya menjadi energi. Sebaliknya, semakin rendah IG, dia akan memberi tubuh kamu energi yang konstan. Jadi, kamu harus pandai memilih makanan karbohidrat berdasarkan IG.
Berikut beberapa makanan karbohidrat dengan IG tinggi (di atas 70): gula 100, nasi putih kukus 98, kentang panggang 85, keripik 75, bagel 72, dan roti putih 70.
Baca juga: 5 Cara Diet agar Tubuh Tetap Atletis
Sedangkan makanan karbohidrat dengan tingkat IG sedang (50 – 69): roti gandum 69, nanas 66, roti pita 57, kentang rebus 56. Sementara makanan dengan karbohidrat rendah (di bawah 50): kacang panggang 48, jeruk 44, apel 38, pasta gandum 37, dan ceri 22.
Jadi, berapa banyak karbohidrat yang harus dikonsumsi per-hari?
Jawaban pertanyaan ini tergantung aktivitas kamu. Katakanlah berat badanmu sekarang 80 kg. Kalau kamu cukup aktif, pekerja kantoran dan berolahraga 3-4 jam seminggu, kamu bututh 5 gram karbohidrat per kg berat badan dalam sehari. Jadi, kamu butuh 400 gram karbohidrat sehari.
Tapi kalau kamu orang yang aktif, kerja kantoran dan olahraga satu jam sehari, kamu butuh lebih banyak karbohidrat, yaitu 7 gram per kg berat badan atau 560 gram. Jika kamu sangat aktif, pekerja lapangan dan olahraga 1 jam sehari, kamu perlu mengkonsumsi 800 gram karbohidrat sehari.
Baca juga: 7 Tips Diet bagi Pria Sibuk Kerja
Ingat, ini rumus menghitung kebutuhan karbohidrat kamu: cukup aktif (5 gram x berat badan), aktif (7 gram x berat badan), sangat aktif (10 gram x berat badan).
Jadi kesimpulannya adalah BENAR, diet karbo dapat menurunkan berat badan. Ingat, diet bukan berarti mengurangi asupan makanannya, tapi lebih pandai memilah makanan apa yang pantas masuk ke dalam tubuh kamu.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu! Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan info kesehatan dan olahraga langsung ke email kamu ya!
