SukaSPORT - Berlari sambil memakai jaket? Keliatan keren kan? Kegantengan atau kecantikan kamu pun dijamin akan bertambah saat lari pakai jaket. Tetapi, ada risikonya nih buat kamu yang sering memakai jaket saat berlari.
Ternyata, berlari sambil memakai jaket itu nggak ada gunanya. Kok bisa? Buat apa kelihatan stylish saat olahraga justru membuat tubuh malah jadi nggak sehat? yup, memakai jaket saat berolahraga ternyata dapat berdampak fatal buat tubuh.
Meski bukan hal yang baru, namun masih banyak orang yang salah kaprah mengenai memakai jaket saat berlari. Apalagi buat para pemula yang baru saja ingin menekuni olahraga tersebut.
Ketika berlari, detak jantung mengalami peningkatkan karena jantung mengalirkan pasokan darah yang mengandung banyak oksigen ke bagian otot yang mengalami pergerakan. Hal ini menyebabkan suhu tubuh meningkat sehingga tubuh cenderung mengeluarkan keringat.
Baca Juga: Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga
Nah, ketika kamu meengenakan jaket saat berlari, proses penguapan keringat yang dikeluarkan oleh tubuh akan terhambat. Padahal, proses penguapan keringat ini sangat penting saat seseorang melakukan olahraga, seperti berlari. Hal ini dikarenakan proses penguapan tersebut akan membantu mendinginkan suhu badan kita yang akan semakin memanas saat kita berolahraga.
Apa saja sih bahayanya? Berikut beberapa risiko yang dapat disebabkan dari mengenakan jaket saat berlari. Yuk disimak artikelnya.
1. Kram karena panas
Pertama, kamu sering mengalami kram panas saat berlari. Kejang otot ini terjadi karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar akibat dari produksi keringat berlebih. Apalagi jika dilakukan saat di siang hari.
2. Dehidrasi
Saat berolahraga tubuh kita rentan mengalami dehidrasi. Apalagi kalau ditambah dengan mengenakan jaket. Kebayangkan berapa banyak keringat kamu yang mengucur? Hal tersebut akan memicu tubuh kehilangan cairan yang lebih banyak. Gejala yang biasa muncul saat dehidrasi berat adalah pusing, kelelahan, dan merasa linglung.
Baca Juga: Ini 10 Manfaat Olahraga Pagi
3. Heat Exhaution
Heat exhaution terjadi akibat seseorang menyepelekan gejala kram panas. Sehingga, tubuh yang terpapar panas selama berjam-jam kehilangan banyak cairan akibat keringat berlebih. Kondisi ini menyebabkan tubuh kelelahan, pusing, lemas, tekanan darah rendah, bahkan sampai pingsan.
4. Heat stroke
Heat stroke adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, di mana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya.
Jika nggak langsung ditangani, heat stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen, bahkan kematian. Gejala heat stroke di antaranya ialah pandangan mulai berkunang-kunang, wajah pucat, tangan dingin, hingga tak sadarkan diri. Ketika tubuh kekurangan cairan, darah akan menjadi kental sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu, termasuk ke jantung hingga otak.
Baca Juga: Peran Penting Personal Trainer Menurut Ade Rai
Gimana, sudah disimak kan apa saja bahayanya lari dengan mengenakan jaket? Masih mau melakukannya? Tampils stylish saat olahaga belum tentu bikin kamu makin sehat kok. Saat berolahraga sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman.
Lebih bagus lagi, untuk menghindari cidera saat berolahraga kamu bisa menggunakan jasa personal trianer. Nggak perlu bingung, cari personal trainer berpengalaman hanya di SukaLIVE.

