SukaSPORT - Kehebatan skuad Real Madrid di daratan Eropa nggak perlu diragukan lagi. Buktinya, Ronaldo Cs kembali berpeluang mempertahankan trofi Liga Champions. Tetapi beberapa fakta dan mitos final Liga Champions ini bisa memupuskan impian Madridista.
Misi Los Blancos mempertahankan trofi Si Kuping Besar dijamn nggak akan gampang. Apalagi, Juve mengusung misi balas dendam setelah tahun 2015 gagal di final Liga Champions. Juventus kalah 1-3 dari Barcelona.
Nah kalau dilihat dari dari fakta-fakta sejarah dan mitos perhelatan Liga Champions, pemenang Final besok bisa jatuh ke tangan Juventus. Kok bisa? Nah, tenang, jangan rebut dulu, mending disimak fakta-fakta yang sudah dihimpun SukaSPORt kenapa Buffon dkk lebih diuntungkan menjadi juara.
Berikut 6 mitos laga final Liga Champions antara Juventus kontra Real Madrid, sebagaimana dikutip dari Marca.
1. Belum Ada yang Mampu Juara Dua Kali Beruntun
Sampai saat ini, belum ada satu pun tim yang bisa menjadi juara selama dua tahun berturut-turut sejak Piala Champions berubah format menjadi Liga Champions pada 1992. Sudah ada beberapa tim yang hampir berhasil menang dua kali beruntun. Mereka adalah AC Milan, Juventus, Ajax Amsterdam dan Manchester United.
Tim pertama yang merasakan “kutukan” tersebut adalah AC Milan di tahun 1994-1995. Peluang Milan juara dua kali secara beruntun dikandaskan Ajax Amsterdam di laga final. Tahun berikutnya, giliran Ajax yang kena batunya. Ajax berhasil dikalahkan Juventus di babak final.
Nggak berhenti sampai disitu. Juventu juga merasakan ngenes-nya gagal meraih juara Liga Champions secara beruntun pada tahun 1996-1997. La Vecchia Signora dikalahkan Borussia Dortmund.
Beberapa tahun berselang, “kutukan” tersebut mengampiri skuad asuhan Sir Alex Ferguson di tahun 2008-2009. Manchester United dikalahkan Barcelona di final. Dan, kembali gagal mempertahankan Si Kuping Besar.
2. Real Madrid Sering Gagal Juara di Tahun Ganjil
Real Madrid total sudah mengumpulkan 11 trofi Liga Champions. Tapi tahukah kalau Madrid belum pernah menjuarainya di tahun ganjil semenjak format Piala Champions diubah menjadi Liga Champions. Namun, Madrid pernah berhasil mraih di tahun ganjil pada 1957 dan 1959. Sisanya, hingga saat ini mereka masih belum mampu melakukan hal tersebut.
3. Tahunnya Klub Italia Juara
Salh satu fakta unik dalam perhelatan Final Liga Champions adalah klub-klub Italia selalu menjuarai Liga Champions secara bergantian dengan pola tujuh tahun sekali. Nggak percaya? Faktnya, pada tahun 1996, Juventus sukses menjuarai Liga Champions.
Tujuh tahun kemudian, pada tahun 2003, AC Milan keluar sebagai juara Liga Champions.Kemudian, disusul Inter Milan yang sukses menjuarai Liga Champions pada tahun 2010.
Nah kalau melihat hitung-hitangan fakta diatas, “seharusnya” Juventus yang akan memenangi Liga Champions tahun ini. Tapi, seperti kata orang-orang, bola itu bundar, kita nggak tahu sampai pluit panjang dibunyikan nanti.
4. Pertemuan Ke-19 Real Madrid & Juventus
Pertemuan ini merupakan pertemuan ke 19 kedua tim di kompetisi Eropa. Keduanya sama-sama kuat di 18 pertandingan terakhir, dengan masing-masing 8 kemenangan dan 2 hasil imbang.
Duel ini menjadi petandingan yang paling sering dimainkan dalam sejarah kompetisi tertinggi antarklub Eropa setelah Bayern Munich vs Real Madrid (24).
5. Pemain Tertua di Final Liga Champions
Kalau besok dimainkan, Gianluigi Buffon akan menjadi pemain tertua yang tampil di Final Liga Champions tahun ini. Pasalnya, di kubu Real Madrid, pemain tertua mereka “baru” berusia 33 tahun, yaitu Pepe.
Buffon akan menjadi pemain tertua kedua setelah kiper Edwin Van de Sar yang berusia 40 tahun 6 bulan saat bermain di final Liga Champions.
6. Piala Dunia Antarklub & Liga Champions
Semenjak digelarnya Piala Dunia Antarklub pada tahun 2000 silam. Sampai saat ini belum ada tim yang mampu mengawinkan gelar ini dengan trofi Liga Champions di tahun yang sama. Berarti sudah hampir 17 tahun belum ada klub yang bisa merebut Piala Dunia Antarklub dan Liga Champions sekaligus.
7. Real Madrid & Juventus Sering Kalah Saat Menggunakan Jersey Ini
Real Madrid dikabarkan akan menggunakan jersey tandang mereka yang berwarna ungu. Sialnya, Madrid lebih sering kalah saat menggunakan jersey tersebut. Los Blancos tercatat sudah menelan dua kekalahan ketika mengenakan jersey ungu dan berstatus sebagai tim tamu.
Tapi, Juventini jangan seneng dulu nih. Juventus akan mengenakan jersey home meraka pada saat final besok di Cardiff, Wales. Keputusan engenakan jersey home ternyata mendapat kritikan dari para fans Juve di Italia. Karena dalam dua kali kesempatan tampil di final Liga Champions, kekalahan justru didapat mereka.
Terakhir kali Juventus merengkuh gelar juara Liga Champions di musim 1995-1996 juga mereka kala itu mengenakan jersey away yakni warna biru.
Pertemuan Real Madrid vs Juventus di Final Lga Champions dijamin akan menyuguhkan pertandingan yang seru. Madrid terkenal memiliki penyerang-penyerang yang tajam di depan gawang. Sedangkan Juventus memiliki pertahanan yang sangat kokoh, ditambah sosok Buffon di mistar gawang. Terbukti sepanjang Liga Champions tahun ini, Juventus tak terkalahkan. So, masih yakin Madrid kalahkan Juventus? Kita tunggu saja pertandingannya besok.
