SukaSPORT - Nggak lama lagi, Manchester United akan saling “gebuk” dengan Ajax dalam laga final Europa League yang digelar di Stockholm , Swedia. Tetapi, sebaiknya kamu baca ini dulu sebelum nonton MU vs Ajax dini hari nanti.
Pertandingan MU vs Ajax nggak hanya akan menyajikan tontonan yang seru untuk kamu pantengin. Tetapi ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum banyak kamu ketahui mengenai sepak terjang MU dan Ajax selama ini.
Penasaran? Yuk disimak 8 fakta menarik seputar laga krusial antara MU dan Ajax yang dilansir dari laman FourFourTwo.
1. Final Perdana bagi Setan Merah
Bertanding dalam sebuah final bukan hal yang baru bagi MU, apalagi saat masih diasuh oleh Sir Alex Ferguson kan. Namun, final di ajang Europa League kali ini menjadi yang perdana bagi Rooney Cs sejak namanya masih bernama Piala UEFA.
Selama ini MU memang lebih sering berlaga di Liga Champions. Pasalnya, selepas era Sir Alex Ferguson, MU agak seret prestasi, sampai akhirnya harus bermain di ajang Europa League.
Berbeda dengan MU, Ajax sudah pernah merengkuh trofi Europa League pada 1992 dulu saat masih bernama Piala UEFA. Pencapaian final ini lebih bermakna di ingatan fans sepakbola Eropa akan bangkitnya kejayaansi Anak-Anak Dewa - julukan Ajax-.
2. Jauh di Mata Dekat di Hati
Peribahasa ini pas banget disematkan buat MU dan Ajax. Kenapa? Karena, meski kedua tim berasal dari negara yang berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan sejarah hingga konektivitas yang banyak orang belum ketahui.
Pertama, adalah sosok Edwin Van der Sar, para Red Army pasti sangat mengenal nama tersebut. Saat ini mantan kiper nomor satu Belanda itu menjabat sebagai salah satu posisi direktur di Ajax.
Saat masih bermain bersama Ajax, Van der Sar memenangi 14 trofi. Sementara dengan Red Devils, ia menyumbang 11 trofi.
3. Laga Debut sang Wasit di Final Europa League
Wasit asal Sloveni, Damir Skomina akan menjadi pengadil dalam laga kruisal dini hari nanti. Laga ini akan menjadi debutnya dalam sebuah pertandingan final. Tapi, tenang aja, wasit berusia 40 tahun itu bukan wasit sembarangan.
Ia sebelumnya lebih banyak terlibat di semifinal Liga Champions atau Europa League. Skomina (40 tahun) juga pernah memimpin pertandingan 16 besar Euro 2016 lalu antara Inggris kontra Islandia, dan juga perempat final antara Wales dengan Belgia.
Wasit asal Slovenia ini akan dibantu kedua kompatriotnya, Jure Praprotnik dan Robert Vukan, yang akan bertindak sebagai hakim garis, serta wasit keempat yang berasal dari Italia, Gianluca Rocchi, untuk memimpin laga Ajax kontra United. Nama-nama beken seperti Nicola Rizzoli, Wolfgang Stark, Bjorn Kuipers, dan Martin Atkinson, pernah memimpin laga final Europa League.
4. Skuad Red Devils Lebih Punya Banyak Pengalaman
Angin kemenangan sepertinya mengarah ke MU. Alasannya? Secara keseluruhan, skuad Red Devils lebih berpengalaman dalam menghadapi laga final.
Pemain seperti Wayne Rooney dan Michael Carrick sudah banyak merasakan kesuksesan di era Sir Alex Ferguson. Nama-nama seperti Zlatan Ibrahimovic dan Paul Pogba yang juga sudah meraih banyak titel di klub terdahulu mereka.Bahkan, Juan Mata dan David De Gea sudah pernah mengangkat trofi Europa League. Mata melakukannya dengan Chelsea pada 2012/13, sementara De Gea bersama Atletico Madrid pada 2009/10.
Berbeda dengan MU, Ajax justru lebih banyak dihuni pemain muda. Bahkan jika ditotal, usia rata-rata pemain Ajax adalah 22 tahun. Tetapi skuad asuhan Peter Bosz juga nggak bisa dianggap sebelah mata. Keunggulan Ajax adalah kecepatan para pemainnya dan yang pasti berjiwa muda.
5. Histori MU dan Ajax di Swedia
Sepakbola juga bukan hal yang asing lagi di Swedia, apalagi dengan kehadiran Zlatan Ibrahimovic, begitu juga untuk United dan Ajax yang akan menyambangi Friends Arena. Ajax sudah dua kali bermain di Swedia melawan Malmo (kalah 0-1) dan Orebro (menang 1-0), sementara MUUnited seperti nggak bersahabat dengan Swedia. Tercata Red Devils nggak pernah menang ketika bermain di sana. Mereka pernah kalah 1-3 dari IFK Goteborg di Liga Champions 1994/95
Selain itu, tanah Swedia juga selalu menyulitkan tim-tim Inggris di tahapan final. Sejauh ini hanya Chelsea yang sanggup membawa pulang trofi dengan kemenangan 1-0 kontra Stuttgart pada Piala Winners UEFA 1998. Mampukah MU mengikuti jejak Chelsea 19 tahun silam.
6. Banjir Bonus di Final Europa League
UEFA mengumumkan uang sejumlah €399,8 juta Euro atau sekira Rp5,9 miliar untuk dikontribusikan kepada masing-masing klub yang berlaga di Europa League musim ini.
Itu belm seberapa, untuk tim yang kalah di final nanti, UEFA siap menggelontorkan hadiah sebesar €3,5 juta atau sekitar Rp52, Sedangkan pemenangnya akan menerima total €6,5 juta atau atau sekira Rp97 miliar.
Namun hadiah tersebut masih kalah jika dibandingkan hadiah untuk final Liga Champions yang bisa mencapai lebih dari 100 juta Euro.
7. Mencari yang Terbaik
Ajax dan MU punya catatan panjang sejarah dalam sepakbola Eropa. Namun dalam ajang Europa League, keduanya baru empat kali bertemu dengan hasil yang berimbang. Keduanya sama-sama meraih dua kemenangan di pertemuan sebelumnya.
Pertemuan pertama keduanya terjadi di putaran pertama Piala UEFA 1976/77, di mana United menang dengan agregat gol 2-1 via dua gol Lou Macari dan Sammy MclIroy, yang membalas gol Ruud Krol yang tercipta di Old Trafford.
Sementara untuk pertemuan yang baru-baru ini terjadi, tepatnya di Europa League 2011/12, United kembali menang dengan agregat gol 3-2 melalui dua gol Javier Hernandez dan Ashley Young, yang diperkecil oleh Aras Ozbiliz dan Toby Alderweireld di kubu Ajax.
8. Kisah Friends Arena di Stockholm
Berlokasi di Solna, Stockholm, stadion menjadi markas AIK Fotboll dan timnas Swedia dalam setiap melakoni laga internasional. Stadion ini pula yang menjai saksi bisu terjadiya gol spektakuler Ibra saat Swedia melawan Inggris pada tahun 2012. Swedia menang 4-2 dan Ibra membukukan gol yang fantastis dengan tendangan salto jauh di kiri pertahanan Inggris. Sayang, fans United takkan melihatnya beraksi di Stockholm karena ia tengah cedera.
Friends Arena mampu menamung 65 ribu penonton. Namun untuk urusan sepakbola, kapasitas yang disediakan hanya sebesar 50.000. Friends Arena juga masuk kategori stadion bintang empat.
Gimana, sudah ada gambaran siapa kira-kira yang menyabet trofi Europa League musim ini? Ajax punya filosofi bermain ofensif dan menghibur, sedangkan United memiliki Jose Mourinho yang tahu caranya mengamankan kemenangan di momen krusial, jadi, seru untuk dinanti, bukan?
