Kamu Yakin Aman dari Kanker Payudara?

By October 6, 2016News
kanker payudara

SukaLIVE.com - Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka kematian mencapai 21,5 persen per 100 ribu. Di samping itu, menurut Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) 2010, di Indonesia kanker payudara menjadi jenis kanker dengan pasien rawat inap dan rawat jalan terbanyak di seluruh rumah sakit di Indonesia dengan jumlah pasien sebanyak 12.014 orang (28,74 persen).

Meskipun kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian terbesar, namun sebenarnya penyakit ini masih memiliki peluang pasien sembuh hingga mencapai 99 persen bila dapat terdeteksi sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis. Mirisnya, tidak banyak penderita kanker payudara yang menyadari bahwa dirinya terkena penyakit ini dan baru terdeteksi ketika berada pada stadium lanjut.

Dokter Onkologi dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr Walta Gautama SpB (K) Onk mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasien memeriksakan kankernya sudah dalam stadium lanjut.

• Gejala yang timbul pada payudara hanya berupa benjolan. Hal ini kerap dianggap biasa saja oleh pasien.
• Pasien yang hanya tinggal sendiri/tidak ada pasangan.
• Pasien takut dengan hasil diagnosa.
• Terpengaruh dengan pengobatan alternatif.

“Pasien takut jika hasil diagnosanya ternyata positif menderita kanker. Padahal pemeriksaan diagnosa itu sangat penting untuk mengetahui secara dini,” terang Walta kepada SukaLive.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (6/10/2016).

Pengenalan bentuk payudara paling sederhana dan penting adalah seminggu setelah menstruasi sejak masa remaja.

Para wanita, mulailah untuk mengenali setiap inci bentuk tubuh kamu, terutama payudara. Pengenalan bentuk tubuh sendiri merupakan salah satu deteksi dini dan akan menyelamatkan kamu dari kanker payudara.

Menurut Walta, jarang wanita yang mengenali bentuk payudaranya sendiri. “Para wanita baru tersadar payudaranya bermasalah ketika membandingkan kondisinya dengan gejala kanker, seperti adanya benjolan dan perubahan warna atau tekstur kulit pada payudara,” jelas Walta.

Stadium lanjut

Walta mengatakan, pasien yang memeriksakan ke rumah sakit umumnya sudah dalam stadium lanjut. Sebanyak 50-60 persen pasien stadium 3-4 yang baru melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Dia berharap pemerintah bisa membuat kebijakan, seperti pembatasan iklan-iklan pengobatan alternatif yang menjanjikan pengobatan kanker payudara. Selain itu, pasien seharusnya ditangani dokter onkologi yang memang ahli di bidangnya.

“Hal tersebut terlihat dengan masih tingginya kasus penderita kanker payudara stadium tiga yang ditemui di Indonesia,” ujarnya.

Pasien disarankan harus berani melakukan pemeriksa payudara sendiri (SADARI) dengan mendatangi rumah sakit. Pemeriksaaan dilakukan secara rutin satu bulan sekali.

Di Amerika Serikat, paling banyak ditemukan adalah kasus kanker payudara stadium satu. Jika sedari dini dideteksi dan ditangani, pasien memiliki lebih banyak pilihan, termasuk menyelamatkan diri dari risiko kematian.

“Ada baiknya wanita mengenali bentuk payudaranya sendiri, sehingga ketika terjadi perubahan, mereka sadar ada masalah dan segera mengambil tindakan,” kata Walta.

Menurutnya, pengenalan bentuk payudara paling sederhana dan penting adalah seminggu setelah menstruasi sejak masa remaja.

Jika sedang tidak mengalami menstruasi, tetapkan satu hari dalam sebulan untuk memeriksakan payudara.

Pemeriksaan secara visual bisa dilakukan kedua lengan berada di sisi tubuh. Angkat kedua lengan tinggi-tinggi di atas kepala, cari dan perhatikan apabila ada perubahan pada kontur setiap payudara, pembengkakan, benjolan, atau kelainan pada puting.

Deteksi dini

Deteksi dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan payudara bisa melalui mamografi, Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan USG. Langkah itu dapat mendeteksi sampai 85 persen kanker payudara.

Walta mengatakan, jika pasien melakukan pemeriksaan pada stadium awal maka kemungkinan akan sembuh lebih dari 90 persen.

Menurut dia, wanita berusia 20-39 tahun ada baiknya melakukan pemeriksaan tersebut dalam kurun waktu tiga tahun sekali.

Pentingnya melakukan pemeriksaan dini kanker payudara. Foto: myahphysician.org

Pentingnya melakukan pemeriksaan dini kanker payudara.
Foto: myahphysician.org

Wanita berusia di atas 40 tahun melakukan pemeriksaan payudara setahun sekali karena dipengaruhi oleh risiko tingginya hormon estrogen yang biasanya terjadi pada wanita usia di atas 35 tahun.

Walta menambahkan, wanita tidak perlu panik atau khawatir bila menemukan benjolan pada saat mereka melakukan deteksi dini. Sebab, ada peluang 80-90 persen benjolan bukan kanker payudara.

“Benjolan kanker hanya terjadi pada satu payudara, permukaan tidak rata, tidak terafiliasi atau tidak mudah digerakkan, dan sering tanpa nyeri,” jelas dia.

Meski demikian, ia tetap mengingatan, wanita tidak mengabaikan benjolan apa pun dan segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

“Penanganan yang cepat akan mampu menyelamatkan banyak nyawa wanita dari risiko kematian akibat kanker payudara,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kebanyakan wanita tidak mau berkonsultasi dengan dokter meski telah menemukan benjolan. Mereka umumnya khawatir harus menjalani pembedahan dan kehilangan payudara.

“Pembedahan masih menjadi momok,” ucapnya.

Tips mencegah kanker payudara

Pencegahan dini kanker payudara penting dilakukan agar meminimalkan jumlah pasien ke stadium lanjut dan mencegah risiko kematian akibat penyakit ini. Berikut lima tips mencegah kanker payudara.

1. Mengurangi minum alkohol

Mengurangi minuman alkohol merupakan hal yang harus dilakukan ketika kamu tidak ingin terkena kanker payudara. Hampir semua penelitian mengungkapkan bahwa minuman alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Menurut peneliti seperti yang dikutip dari dailymail, alkohol diyakini dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, salah satu hormon yang dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker payudara.

2. Mengatur berat badan

Mengatur berat badan agar tidak terjadi obesitas/kegemukan merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah dan menghindari berbagai penyakit.

Bahkan beberapa jenis kanker juga dapat dihindari dengan mengatur berat badan ini, salah satunya adalah kanker payudara. Wanita yang memiliki berat lebih dari 80 kg memiliki risiko 25 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan ideal di bawah atau sekitar 60 kg.

3. Olahraga teratur

Olahraga ternyata juga menjadi salah satu faktor pencegahan penyakit kanker terutama payudara. Olahraga dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dalam tubuh, namun jika kamu tidak pernah olahraga maka tingkat estrogen dalam tubuh akan semakin tinggi yang menyebabkan tingginya risiko terkena kanker payudara.

Aktivitas olahraga akan mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh dalam jumlah yang cukup signifikan. Selain itu olahraga juga akan mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia yang sangat penting untuk menjaga kanker payudara. Dengan olahraga teratur kita dapat membantu tubuh menghindari kanker payudara dan membuat metabolisme tubuh.

Menurut Walta, dengan berolahraga rutin satu minggu sekali atau 75-150 menit per minggu dapat mengurangi risiko kanker payudara. “Jenis olahraga apa pun bisa dilakukan untuk pencegahan kanker payudara,” katanya.

Nah, kami akan menyajikan artikel mengenai pencegahan kanker payudara dengan cara berolahraga. Berolahraga ada baiknya didampingi dengan personal trainer yang berpengalaman. Nah, SukaLIVE.com menyiapkan berbagai personal trainer berpengalaman. Kamu bisa langsung menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

4. Jangan merokok

Terlepas dari semua studi yang mengaitkan antara kanker payudara dengan merokok, penting diketahui bahwa bahaya merokok bukan lagi omong kosong. Segala jenis penyakit berbahaya dan kanker dapat terjadi karena kamu adalah perokok, hindarilah rokok. Penelitian yang menghubungkan antara rokok dan kanker payudara memang masih sangat minim, belum ada penelitian konkrit mengenai hal ini.

Namun beberapa penelitian telah menemukan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat pada rokok sangat berkaitan dengan berbagai jenis kanker, sedangkan beberapa juga menemukan bahwa ASI pada perokok juga dapat terkontaminasi.

Rokok adalah penyebab kanker paru paru yang paling umum wajib hukumnya dihindari, agar tidak terjadi kanker paru-paru. Namun ingat ini juga termasuk untuk kanker payudara.

5. Menyusui jika memungkinkan

Menyusui ternyata tidak hanya bermanfaat bagi si bayi. Ibu juga mendapatkan manfaat yang luar biasa dari kegiatan mulia menyusui. Memang belum banyak penelitian yang menghasilkan keterkaitan langsung antara menyusui terhadap kanker payudara.

Namun beberapa studi telah mengemukakan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Alasan utama yang diklaim oleh para peneliti adalah keterkaitan antara aktivitas menyusui dengan kestabilan tingkat estrogen sehingga memperkecil risiko.

Baca Juga:

Begini Cara Agar Kamu Bisa Awet Muda
Tips Awet Muda Dengan 6 Sarapan Sehat
Fakta Kolestrol Yang Wajib Kamu Tahu

Mari wujudkan gaya hidup sehat bersama SukaLIVE Sport sekarang juga!!
Pastikan kamu selalu mendapatkan tips seputar hidup sehat dari kami lewat newsletter SukaLIVE Sport.

Saatnya Ciptakan Masa Depan Untuk Indonesia Sehat.

Leave a Reply