SukaLIVE.com - Untuk mengurangi risiko kanker payudara, salah satunya adalah dengan berolahraga secara rutin dan teratur. Tak hanya usia muda, usia tua pun tetap harus rajin berolahraga. Dengan berolahraga selama 45 menit per hari bisa membakar lemak dalam tubuh dan mengurangi risiko terkena kanker payudara, terutama pada perempuan yang telah menopause.
Jenis olahraga yang disarankan untuk mengurangi risiko kanker payudara adalah yang bersifat aerobik, seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, jogging, dan mendayung.
Menurut dr Michael Triangto, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran dan Slim & Health, Sports Therapy di Mal Taman Anggrek, olahraga adalah salah satu pilar untuk kehidupan yang sehat dan untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara.
Michael mengatakan, olahraga yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara adalah olahraga yang bersifat aerobik, yang memiliki ciri ringan, gerakan berulang-ulang, dan bisa dilakukan dengan waktu yang panjang.
Sementara Rini Nirmala Sari, pelatih olahraga mengatakan, risiko kanker payudara bisa dikurangi dengan berolahraga setidaknya 3 kali semingggu dengan durasi minimal 45 menit. Menurutnya, pola makan yang tidak teratur juga bisa menimbun lemak. Oleh sebab itu olahraga yang yang teratur bisa mengurangi lemak dan risiko kanker payudara. Olahraga hanya mengurangi 30 persen risiko berbagai penyakit. Sisanya, 70 persen dengan pola makan yang sehat. “Akan lebih baik jika melakukan jogging pada pagi hari,” kata Rini, Senin (10/10/2016).
Nah, untuk kamu yang ingin hidup sehat dan bugar, SukaLIVE menawarkan jasa personal trainer dengan beragam jenis olahraga. Olahraga semakin sempurna apabila didampingi personal trainer yang berpengalaman. Bagi kamu yang sibuk dan tidak ingin jauh ke lokasi tempat latihan, kami memberikan solusinya.
Kurangi risiko kanker payudara
Olahraga yang bersifat aerobik, lanjut Michael, seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, jogging, dan mendayung. “Waktu berolahraga tersebut dilakukan dalam waktu 30 menit hingga 1 jam, tergantung dari tingkat kemampuan dan kesehatan,” terangnya saat dihubungi SukaLIVE.com, Senin (10/10/2016).
Untuk intensitas, olahraga dapat dilakukan 60-80 persen dari denyut jantung maksimal (DJM), dengan perhitungan 220 - usia = 100 persen. Sementara, frekwensi olahraga bisa dilakukan 3-5 kali per minggu.
Peneliti kesehatan, Dr Friedenreich dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology, menjelaskan, lemak tubuh pada perempuan yang telah menopause merupakan faktor terbesar munculnya kanker payudara.
“Hubungan antara aktivitas fisik dan risiko kanker payudara pada perempuan setelah menopause didukung oleh lebih dari 100 studi epidemiologis,” kata Friedenreich.
Menurutnya, berbagai aktivitas aerobik yang bisa meningkatkan denyut jantung 65-75 persen, termasuk berjalan, bersepeda, dan berlari, diperbolehkan untuk mengurangi risiko kanker payudara.
Sebelumnya, para ahli merekomendasikan para perempuan melakukan olahraga setidaknya 150 menit per minggu untuk mencegah terkena kanker payudara.
Peningkatan durasi olahraga hingga 300 menit per minggu, terutama pada mereka yang menderita obesitas mampu mengurangi lemak tubuh lebih banyak, yakni satu kilogram atau satu persen lemak tubuh.
Tak hanya itu, lemak di bagian perut, pinggang dan indeks massa tubuh juga diketahui menurun pada perempuan yang melakukan olahraga 300 menit per minggu.
“Temuan kami mengenai efek olahraga pada total massa lemak tubuh terutama perut, untuk perempuan obesitas, bisa mendorong mereka melakukan olahraga setidaknya 300 menit per minggu, lebih lama dari rekomendasi minimum untuk mencegah kanker,” jelas Friedenreich seperti dilansir Mirror.co.uk.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka kematian mencapai 21,5 persen per 100 ribu. Di samping itu, menurut Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) 2010, di Indonesia kanker payudara menjadi jenis kanker dengan pasien rawat inap dan rawat jalan terbanyak di seluruh rumah sakit di Indonesia dengan jumlah pasien sebanyak 12.014 orang (28,74 persen).
Olahraga ternyata juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit kanker, terutama payudara. Olahraga dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dalam tubuh, namun jika kamu tidak pernah olahraga maka tingkat estrogen dalam tubuh akan semakin tinggi yang menyebabkan tingginya risiko terkena kanker payudara.
Aktivitas olahraga akan mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh dalam jumlah yang cukup signifikan. Selain itu olahraga juga akan mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia yang sangat penting untuk menjaga kanker payudara. Dengan olahraga teratur kita dapat membantu tubuh menghindari kanker payudara dan membuat metabolisme tubuh.
Dokter Onkologi dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr Walta Gautama SpB (K) Onk, mengatakan, dengan berolahraga rutin satu minggu sekali atau 75-150 menit per minggu dapat mengurangi risiko kanker payudara. “Jenis olahraga apa pun bisa dilakukan untuk pencegahan kanker payudara,” kata Walta, Kamis (6/10/2016).
Baca Juga:
Kamu Yakin Aman dari Kanker Payudara
Begini Cara Agar Kamu Bisa Awet Muda
Fakta Kolestrol Yang Wajib Kamu Tahu
Mari wujudkan gaya hidup sehat bersama SukaLIVE Sport sekarang juga!!
Pastikan kamu selalu mendapatkan tips seputar hidup sehat dari kami lewat newsletter SukaLIVE Sport.
Saatnya Ciptakan Masa Depan Untuk Indonesia Sehat.
