Awas, Wanita Sehat tak Merokok Juga Bisa Kena Kanker Paru

By November 4, 2016Live
kanker paru-paru

SukaLIVE.com - Penyebab utama seseorang terserang kanker paru-paru adalah dengan menghisap rokok. Namun, kanker paru ini juga bisa menyerang wanita muda yang tidak merokok, yaitu dengan menghirup asap rokok dan polusi di sekitarnya.

Ahli onkologi toraks dan staf ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle, Christina Baik, MD, mengatakan, wanita di usia 20 hingga 40-an mengidap kanker paru.

Kemudian, Presiden dari National Lung Cancer Partnership, Joan Schiller, MD juga mengatakan, jika wanita muda datang dan didiagonsa menderita kanker paru, kanker itu diduga menyebar dari tempat lain. “Tak jarang juga pasien salah didiagnosis.”

Baca juga: 6 Makanan Anti Kanker yang Perlu Kamu Ketahui

Para ilmuwan telah menemukan bahwa mutasi gen tertentu yang lebih sering terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kanker paru bukan penyakit yang memengaruhi setiap orang dengan penyebab yang sama. Peneliti pun mulai fokus untuk meneliti penyebab kanker paru kepada yang bukan perokok.

Menurut National Cancer Institute, asap rokok menyumbang lebih dari 3.000 kematian akibat kanker paru-paru di kalangan perokok setiap tahunnya.

Sebanyak lebih dari 3.000 perokok yang mengidap kanker paru meninggal setiap tahun, setelah terkena radon yang tidak berbau. Radon adalah gas radio aktif tak terlihat yang berasal dari pemecahan alami uranium di tanah, batu, dan air yang merembes ke rumah-rumah melalui celah dan lubang di bumi. Polusi adalah faktor bahaya lain selain asap rokok.

Baca juga: Kamu Yakin Aman dari Kanker Payudara?

Peneliti dari University of Ottawa menemukan orang yang tidak pernah merokok, tapi tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, kira-kira 20 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker paru, dibandingkan orang yang tinggal di daerah berudara bersih.

Tingkat sensitivitas kamu terhadap partikel berbahaya di udara, tergantung pada sifat keturunan dalam keluarga. Ketika kamu bernapas di udara yang bersifat karsinogen, udara ini diserap ke dalam aliran darah, kemudian liver membersihkannya.

Penelitian terbaru menunjukkan, beberapa orang liver yang bekerja lebih lamban dibanding liver orang lainnya. Hasilnya, karsinogen tinggal lebih lama di dalam aliran darah dan menyebabkan kerusakan.

Menurut penjelasan dr. Schiller, liver yang terlalu aktif juga bisa berbahaya, dengan cara memecah molekul yang tidak berbahaya dan mengubahnya menjadi karsinogen. Molekul-molekul ini kemudian dikirim kembali ke dalam darah beredar ke seluruh tubuh. Jika sel-sel paru-paru menyerapnya,maka sel kanker akan tumbuh.

Baca juga: Kurangi Risiko Kanker Payudara dengan Olahraga

Cara melindungi diri dari kanker paru-paru

Mengisap rokok masih menjadi penyebab utama kanker paru-paru. Wanita perokok 13 kali lebih berisiko mendapatkan penyakit ini dibanding yang bukan perokok. Berikut tiga faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko kamu mengidap kanker paru.

1. Kamu pernah merokok
Risiko kanker paru segera turun setelah kamu berhenti merokok. Para peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa lima tahun setelah berhenti merokok, mantan perokok wanita sebanyak 21 persen lebih sedikit yang meninggal karena kanker paru dibanding wanita yang terus merokok. Risiko ini terus berkurang setiap tahun, jika kamu tetap bertahan untuk tidak merokok.

2. Suami merokok ketika kamu tidak ada
Lebih baik jika kamu tidak mengirup asap rokok yang dihasilkan oleh suami. Tapi, sisa-sisa asapnya masih bisa berakibat buruk bagi kamu.

Para peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory menemukan bahwa asap nikotin akan melekat pada rambut, kulit, furnitur, interior mobil, dan debu selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan setelah seseorang merokok.

Sisa asap ini kemudian bereaksi dengan polutan udara asam nitrit di dalam ruangan. Kemudian menghasilkan karsinogen berbahaya yang dapat terhirup dan masuk ke dalam aliran darah atau melalui kulit.

Baca juga: Jangan Tunggu Harga Rokok Naik, Segera Stop Merokok!

3. Kamu kadang-kadang merokok
Menurut sebuah studi dari University of California, San Francisco’s Center for Tobacco Control Research and Education , risiko kanker paru-paru untuk wanita usia 35 hingga 49 tahun yang merokok 1-4 batang sehari lima kali, lebih tinggi daripada yang bukan perokok.

“Ada orang yang berkeyakinan bahwa satu batang rokok tidak akan menyakiti kamu, tapi itu tidak benar. Rokok, sedikit apa pun, tetap berisiko menjadi penyebab kanker,” kata Stanton A. Glantz, PhD, Direktur San Francisco’s Center for Tobacco Control Research and Education.

Jadi, jaga diri kamu agar tidak terserang kanker paru. Kanker paru tidak hanya disebabkan oleh perokok aktif, tetapi juga perokok pasif, yakni dengan menghisap asap rokok atau karena tingkat polusi udara yang tinggi.

Leave a Reply